Minggu, 18 Maret 2018

Hukum Puasa Bulan Rajab


Tepat hari ini umat muslim memasuki bulan Rajab. Lalu saya melihat melalui Google Trend dan Facebook, banyak orang yang mencari dan men-share artikel mengenai niat dan keutamaan puasa bulan Rajab. Pertanyaannya, adakah puasa bulan Rajab itu? Bagaimana hukum puasa bulan Rajab? Apakah puasa bulan Rajab disunahkan oleh Rasulullah?

Ibnu Hajar mengatakan:

“Tidak terdapat riwayat yang sahih yang layak dijadikan dalil tentang keutamaan bulan Rajab, tidak pula riwayat yang shahih tentang puasa rajab, atau puasa di tanggal tertentu bulan Rajab, atau shalat tahajud di malam tertentu bulan rajab. Keterangan saya ini telah didahului oleh keterangan Imam Al-Hafidz Abu Ismail Al-Harawi.” (Tabyinul Ujub bi Ma Warada fi Fadli Rajab, hlm. 6).

Imam Ibnu Rajab juga menegaskan terkait masalah puasa di Bulan Rajab:
.
“Tidak ada satu pun hadis sahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang keutamaan puasa bulan Rajab secara khusus. Hanya terdapat riwayat dari Abu Qilabah, bahwa beliau mengatakan, ‘Di surga terdapat istana untuk orang yang rajin berpuasa di bulan Rajab.’ Namun, riwayat ini bukan hadis. Imam Al-Baihaqi mengomentari keterangan Abu Qilabah, ‘Abu Qilabah termasuk tabi’in senior. Beliau tidak menyampaikan riwayat itu, melainkan hanya kabar tanpa sanad.’ Riwayat yang ada adalah riwayat yang menyebutkan anjuran puasa di bulan haram seluruhnya” (Lathaiful Ma’arif, hlm. 213).

Lalu apakah berpuasa di bulan Rajab hukumnya haram?

.
Tidak haram. Berpuasa di bulan Rajab itu boleh selama tidak diniatkan atau dikhususkan di hari-hari tertentu bulan Rajab saja. Meski dikatakan boleh, sekali lagi tidak diistimewakan. Dan niatnya adalah puasa untuk menambah amalan sunnah di bulan-bulan haram:

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صُمْ مِنَ الحُرُمِ وَاتْرُكْ، صُمْ مِنَ الحُرُمِ وَاتْرُكْ، صُمْ مِنَ الحُرُمِ وَاتْرُكْ

“Berpuasalah di bulan haram, lalu jangan puasa (kecuali ramadhan)…, Berpuasalah di bulan haram, lalu jangan puasa…, Berpuasalah di bulan haram, lalu jangan puasa.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Al-Baihaqi dan yang lainnya. Hadis ini dinilai sahih oleh sebagian ulama dan dinilai dhaif oleh ulama lainnya).

Bulan Rajab termasuk di antara bulan haram. Dari Abu Bakroh, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

“Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679)

Ingat, niatnya adalah menambah amalan puasa sunnah di bulan-bulan haram. Bukan disyariatkan puasa bulan Rajab.

Diriwayatkan dari Umar Bin Khatab ketika beliau memukul telapak tangan orang-orang yang melakukan puasa Rajab.

كرِهَ أن يَكونَ صِيامُه سُنَّة

“Beliau benci ketika puasa rajab dijadikan sunah (kebiasaan).” (Lathaif Al-Ma’arif, 215).
. 
Selanjutnya dalam sebuah video ceramah Ustadz Abdul Shomad, beliau berkata “Hadis Rasulullah tentang keutamaan bulan Rajab itu sahih, tetapi tak ada disebutkan tentang amalan khususnya. dikatakan ‘Dalam bulan-bulan haram, berpuasalah engkau.’. Yang dimaksud dengan bulan haram itu adalah Dzulqodah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Jadi jika ada orang yang mengatakan mana hadits berpuasa di bulan Rajab? Tak Ada. Yang ada berpuasalah di bulan-bulan haram. Haram di sini berarti mulia, berasal dari kata Bahasa Arab, yaitu hurmatun, berarti kehormatan, mulia. Jadi bulan-bulan haram itu artinya adalah bulan-bulan mulia,” jelas Ustadz Abdul Shomad.

Video Lengkapnya bisa didapati disini:


Jadi kesimpulannya boleh berpuasa di bulan Rajab, selama tidak dikhususkan berpuasa di hari-hari tertentu di bulan Rajab saja. Adapun hadits shohih mengenai berpuasa di bulan Rajab adalah karena bulan Rajab termasuk bulan haram atau mulia. Dimana saat bulan haram ini, kita bisa menambah amalan-amalan sunnah dengan tahajud, dzikir, membaca Al-Quran, bersedekah, dan lain sebagainya. Wallahu'alam.

Artikel Islami Lainnya:


Reaksi:
Comments
1 Comments

1 komentar:

  1. Terima kasih atas ilmumya
    Semoga kita semua dapat mengambil pelajaran dari ini.

    #Iproudofyou

    BalasHapus

Jangan jadi silent reader, giliranmu bercuap-cuap ria.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...